SOAL
LATIHAN DIKSI
1. Forum
komunikasi ilmiah merupakan... perdebatan para intelektual.
Jawaban:
2. Angkatan
udara menggempur ... pertahanan musuh.
Jawaban: D. Basis.
3. Sekalipun
disiksa, pejuang sejati tidak mau ... kepada negerinya.
Jawaban: A. Berkhianat
4. Pergunakanlah
timbangan yang sudah ada tanda ... nya.
Jawaban: B. Merek
5. Resapilah
... demi ... sajak itu.
Jawaban: C. Larik
6. Sebelum
meninggal dunia, orang tuanya sudah ... sebidang tanah didepan rumah mereka
untuk dijadikan masjid.
Jawaban: C. Mewakafkan
7. ...
semester ini akan kugunakan untuk berkunjung kerumah nenek.
Jawaban: B. Libur
8. Istilah
yang tepat untuk perdebatan tertulis melalui media masa (koran,majalah)
adalah...
Jawaban: A. Rubrik
9. Istilah
yang tepat untuk ‘air terjun yang rendah’ adalah...
Jawaban: D. Jeram
10. Pak
ridwan sedang ... Bahasa Indonesia kepada muridnya.
Jawaban: Mengajar
11. Kita
berharap pemilu kali ini berjalan dengan baik. Untuk itulah kita perlu
melakukan persiapan dengan matang.
Jawaban: C. Karena itulah
12. Rombongan
tamu sudah datang. Acara sudah boleh diawali.
Jawaban: C. Mulai
13. Akibat
banjir Bengawan Solo, banyak rumah-rumah terendam.
Jawaban: B. Banyak rumah
14. Akhir
kata, saya mengucapkan selamat malam, dan sampai jumpa lagi.
Jawaban: C.Berjumpa
15. Masing-masing
peserta ujian diwajibkan menandatangani daftar hadir.
Jawaban: B. Wajib mendatangani
16. Terimakasih
atas partisipasi para hadirin. Sampai bertemu lagi di lain kesempatan.
Jawaban:
17. Berbagai
kerja sama antara pemerintah dan swasta telah sekarang, pengadaan
listrik pun ada yang diserahkan ke pihak swasta.
Jawaban: C. Kepada
18. Dalam
urusan cinta, bukan saya yang tidak mau tetapi dia yang tidak
suka.
Jawaban: C. Melainkan
19. Saya
sangat senang menerima Anda. Terimakasih atas kunjungannya.
Jawaban: D. Kunjungan anda
20. Dalam
hal membaca kreatif tidak sekedar kegiatan menangkap makna
bahan bacaan, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah...
Jawaban: B. Kegiatan membaca kreatif
tidak sekedar menerapkan
21. Penggunaan
kata dalam kalimat berikut ini kurang tepat, kecuali...
Jawaban: A. Para kariyawan harus saling
membantu dalam pekerjaan
22. Penggunaan
dimana pada kalimat ini benar, kecuali...
Jawaban: D. Yogyakarta merupakan kota
budaya di mana saya pernah tinggal.
23. Penggunaan
daripada benar dalam kalimat...
Jawaban: D. Hasil pekerjaannya lebih
baik daripada pekerjaanmu.
24. Penggunaan
yang mana pada kalimat ini benar, kecuali...
Jawaban: D. Uang yang mana ia peroleh akan digunakannya untuk membeli buku
25. Kata-kata
yang mubazir terdapat dalam kalimat ...
Jawaban: A. Pengusaha kaya rela membeli
tanah dengan harga yang sangat mahal sekali
26. Pemakaian
kata maka yang tepat terdapat dalam
kalimat ...
Jawaban: C. Dengan demikian, maka berakhirlah acara ini
27. Pendidikan tidak hanya diberikan di
sekolah secara formal, tetapi juga secara praktis dan nyata dirumah-rumah.
Makna kata formal dalam kalimat
tersebut adalah...
Jawaban: D. Sesuai dengan peraturan yang
sah
28. Pemakaian
kata berpasangan yang benar terdapat dalam kalimat ...
Jawaban: B. Baik kakak maupun adiknya
sama-sama juara tenis
29. Istilah
take of dalam dunia penerbangan diterjemahkan
ke dalam bahasa Indonesia menjadi..
Jawaban: B. Lepas landas
30. Slimming
center diindonesiakan menjadi...
Jawaban: B. Pusat pelangsingan
Soal B
A. Koreksilah
naskah di bawah ini dengan memperhatikan EYD serta diksi yang tepat.
B. Perbaiki
kata-kata yang tidak baku menjadi kata yang baku menurut kaidah bahasa
Indonesia.
C. Terjemahkanlah
kata-kata asing yang terdapat dalam naskah itu ke dalam bahasa Indonesia.
Jawaban :
Pada
tanggal 14 November 2005 saya mendapat tugas Dinas ke Makasar. Karena Maskapai
penerbangan Lion Air memiliki jadwal penerbangan paling pagi maka kami
memutuskan naik pesawat ini. Meskipun ada rasa takut mengingat beberapa
kecelakaan yang terjadi terhadap Lion Air tapi kami yakin pihak management
tentunya tidak membiarkan kepercayaan publik luntur.
Sekitar
pukul 05:30 WIB kami lepas landas. Sepanjang perjalanan saya mengharapkan
mengalami perjalanan yang menyenangkan. Akan tetapi, keinginan itu tinggal
harapan saja. Mulai dari menginjakkan kaki dipintu pesawat sampai pembagian
makanan ringan dan minuman tidak saya jumpai senyum ramah diwajah pramugarinya.
Sampai saya ketumpahan sisa teh manis pun tidak ada kata maaf yang saya dengar
dari sang Pramugari. Akhirnya dengan setengah berteriak untuk meminta tissue
barulah kata maaf tersebut saya dengar. Saya sangat kecewa dengan pelayanan
Lion Air. Untuk pihak manajemen yang terus yang erus membangun kepercayaan
publik, jangan abaikan kenyamanan penumpang sedangkan untuk para Pramugari cobalah
ingat kembali komitmen anda ketika pertama kali menerima pekerjaan ini.
Bersikaplah profesional. Berikan senyum anda. Saya kira hanya dengan memberikan
senyum anda tidak akan dirugikan.
BAB
5
KALIMAT
5.1
Pendahuluan
Kalimat
merupakan primadona dalam kajian bahasa. Hal ini disebabkan antara lain dengan
perantaraan kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya secara lengkap
dan jelas. Kalimat adalah bagian ujaran/tulisan yang mempunyai struktur minimal
subjek (S) dan predikat (P), dan intonasi finalnya menunjukan bagian
ujaran/tulisan itu sudah lengkap dengan makna (bernada berita, tanya, atau
perintah). Lengkap dengan makna menunjukan sebuah kalimat harus mengandung
pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkapan maksud penulis atau penuturnya.
5.2
Unsur Kalimat
Unsur
kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa lama disebut
jabatan kata dalam kalimat, kini istilah itu diganti menjadi fungsi sintaksis
kalimat, yakni subjek (S), predikat (P),
objek (O), pelengkap (Pel), keterangan (Ket). Untuk mengenali “wajah” S, P,
O, Pel, Ket, dan sebelumnya membahas kelima fungsi sintaksis itu satu per satu,
berikut ini ditampilkan lima contoh kalimat yang S, P, O, Pel, dan Ket-nya
berbentuk frasa:
(S) Pembawa acara
yang kocak itu // membeli // bunga.
(P) Indra // adalah
pembawa acara yang kocak.
(O) Madonna //
menelpon // pembawa acara yang kocak itu.
(Pel) Pesulap itu
// menjadi // pembawa acara yang kocak
(Ket) Si fulan //
pergi // (dengan) pembawa acara yang kocak itu.
5.2.1
Predikat
Predikat
adalah bagian kalimat yang fungsinya memberi tahu tindakan/perbuatan apa yang
dilakukan oleh Subjek (S) yaitu sang pelaku/sosok/tokoh sentral dalam kalimat.
Perhatikan contoh ini.
1. Kuda
merumput.
2. Ibu sedang tidur siang.
3. Putri
Indonesia cantik jelita.
4. Kota
jakarta dalam keadaan aman.
5. Kucingku
belang tiga.
Bagian kalimat yang dicetak tebal dalam contoh adalah
predikat (P).
5.2.2
Subjek
Subjek
(S) adalah bagian kalimat yang menunjukan pelaku, tokoh, sosok, sesuatu hal,
atau seatu masalah yang menjadi pokok pembicaraan. Sebagian besar S diisi oleh
kata benda/frasa nominal, klausa, atau frasa verbal. Perhatikan contoh berikut
ini.
1. Ayahku sedang
menulis.
2. Meja direktur besar.
3. Yang berbaju batik
dosen saya.
4. Berjalan kaki
menyehatkan badan
5. Membangun jalan layang
sangat mahal.
Kata-kata yang bercetak
tebal pada kalimat diatas adalah subjek (S). Kaidah bahasa Indonesia
menyaratkan setiap kata, frasa, dan klausa pembentuk S harus merujuk pada benda
(konkret atau abstrak).
5.2.3
Objek
Objek
(O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Objek pada umumnya diisi oleh
nominal, atau kalusa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba sensitif,
yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O. Perhatikan contoh dibawah ini.
1.
A.
Nurul meminang ...
B. Arsitek
merancang ...
C. Juru
memasak menggoreng ...
Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada
contoh adalah P yang menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi P
ketiga kalimat itulah yang dinamakan objek.
Jika P diisi oleh verba intrasitif, O tidak diperlukan.
Itulah sebabnya sifat O dalam kalimat dikataklan O dalam kalimat dikatakan
tidak wajib hadir. Perhatikan contoh tidak menuntut untuk dilengkapi.
2. A.
Nenek mandi
B. Komputerku rusak
C. Tamunya pulang
5.2.4
Pelengkap
Pelengkap
(Pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel umumnya
di belakang P yang berupa verba. Perhatikan contoh ini.
1.
Ketua
MPR (S) // membacakan (P) // pancasila (O)
2.
Banyak
orsospol (S) // berlandaskan (P) // panacasila (Pel)
Kedua kalimat aktif yang Pel
dan O-nya sama-sama nomina pancasila, jika hendak dipasifkan ternyata yang bisa
hanya kalimat yang kedua.
5.2.5
Keterangan
Yang
dimaksud dengan keterangan (Ket) dalam sebuah kalimat adalah bagian kalimat
yang menerangkan seluruh kalimat. Posisi keterangan dapat berupa adverbia,
frasa nominal, frasa preposisional, atau klausa. Perhatikan contoh dibawah ini.
1. Antono
menjilid makalah kemarin pagi
2. Antono
kemarin pagi menjilid makalah
3. Kemarin pagi
antono menjilid makalah
Frasa kemarin pagi adalah keterangan untuk antono menjilid makalah. Berdasarkan maknanya terdapat
bermacam-macam Ket dalam kalimat. Para ahli membagi Ket yang penting atas
sembilan macam ( Hasan Alwi dkk,2003:366). Perhatikan contoh dibawah ini. Lihat
letak/posisi keterangannya.
1. Diana
mengambil air minum dari kulkas
(ket. Tempat)
2. Rustam
Lubis sudah tiga bulan belajar
melukis (ket. Waktu)
3. Lia
memotong tali dengan gunting (ket.
Alat)
4. Anak
yang baik itu rela berkorban demi orang
tuanya (ket. Tujuan)
5. Polisi
menyelidiki masalah narkoba secara hati-hati
(ket. Cara)
6. Amir
pergi bersama teman-teman sekantornya
menonton drama (ket. Peserta)
7. Mahasiswa
fakultas hukum berdebat bagaikan
pengacara (ket.similatif/kemiripan)
8. Karena malas belajar,
mahasiswa itu tidak lulus ujian (ket. Sebab)
9. Murid
TK berpegangan tangan satu sama lain
sambil bernyanyi gembira (ket.kesalingan)
5.3
Pola kalimat Dasar
Kalimat
dasar bukanlah nama jenis kalimat, melainkan acuan atau patron untuk membuat
berbagi tipe kalimat. Kalimat dasar terdiri atas beberapa struktur yang
dibentuk dengan lima unsur fungsi sintaksis: S, P, O, Pel, Ket.
1.
Kalimat
Dasar Tipe S-P
Dalam kalimat bertipe S-P,
predikatnya lazim diisi oleh verba transitif atau frasa verba. Akan tetapi, ada
pula pengisi P berupa nomina, ajektiva, frasa nominal, dan frasa ajektival
seperti terlihat dalam contoh di bawah ini:
a. Lina
(S) tersenyum (P).
b. Lina,
anak pak Hadi, (S) tersenyum manis (P).
c. Masinis
kereta itu (S) sahabat karib saya (P)
d. Para
pengungsi (S) terlantar(P)
2.
Kalimat
Dasar Tipe S-P-O
Predikat dalam kalimat
bertipe S-P-O diisi oleh verba transitif yang memerlukan dua pendamping, yakni
S (disebelah kiri) dan O (disebelah kanan). Jika salah satu pendamping itu
tidak hadir, kalimatnya tidak gramatikal.
a. AC
Milan (S) mengalahkan (P) Barcelona (O)
b. Korea
Utara (S) telah mematuhi (P) seruan PBB (O)
c. Slobodan
Milosevic (S) meculik (P) lawan politiknya (O)
3.
Kalimat
Dasar Tipe S-P-Pel
Seperti halnya kalimat tipe
S-P-O, kalimat tipe S-P-Pel mempunyai P yang memerlukan dua pendamping, yakni S
(di sebelah kiri) Pel (di sebelah kanan).
a. Negara
kita (S) berlandaskan (P) hukum (Pel)
b. Keputusan
hakim (S) sesuai (P) dengan tuntutan jaksa (Pel)
c. Gamelan
(S) merupakan (P) ciri kesenian tradisional (Pel)
4.
Kalimat
Dasar Tipe S-P-Ket
Predikat kalimat bertipe
S-P-Ket menghendaki dua pendamping yang berupa S (disebelah kiri) dan Ket
(disebelah kanan).
a. Amien
Rais (S) tinggal (P) di yogyakarta (Ket)
b. Sayur
mayur (S) didatangkan (P) dari Bogor dan sekitarnya (Ket)
c. Anak
tetangga saya (S) mahasiswa (P) seni rupa (Ket)
5.
Kalimat
Dasar Tipe S-P-O-Pel
Predikat kalimat tipe S-P-O-Pel
menuntut kehadiran tiga pendamping agar konstruksinya menjadi gramatikal.
a. Mahasiswa
(S) mengirimi (P) jaksa agung (O) ayam betina (Pel)
b. Yuni
(S) membelikan (P) adiknya (O) sepeda mini (Pel)
c. Felicia
(S) menghadiahi (P) pacarnya (O) jam tangan Rolex (Pel)
6.
Kalimat
Dasar Tipe S-P-O-Ket
Ada tiga pendamping yang
diperlukan oleh P dalam kalimat yang bertipe S-P-O-Ket, yakni S (di sebelah
kiri), O dan Ket (di sebelah kanan).
a. Mereka
(S) memperlakukan (P) saya (O) dengan sopan (Ket)
b. Melanie
(S) memasukan (P) bungkusan itu (O) kedalam mobil (Ket)
c. Prof.
Harun (S) melatih (P) dosen (O) difakultas hukum (Ket)
Dalam berbagai kalimat yang
mengisi keenam tipe kalimat dasar pada contoh kembali terlihat satuan bentuk
yang mengisi unsur S, P, O, Pel, dan Ket bukan hanya kata, melainkan juga frasa
dan klausa.
5.4
Jenis Kalimat
Kalimat
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan (A) jumlah klausa
pembentuknya , (B) bentuk/fungsi isinya, (C) kelengkapan unsurnya, dan (D)
susunan subjek predikatnya.
5.4.1
Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausanya
Berdasarkan
umlah klausa pembentukannya, kalimat dapat dibedakan atas dua macam, yaitu (1)
kalimat tunggal, (2) kalimat majemuk.
(1) Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu
klausa. Karena klausanya yang tunggal itulah kalimatnya dinamai kalimat
tunggal. Berdasrkan jenis kata/frasa pengisi P-nya, kalimat tunggal dapat
dipilah menjadi empat macam, kalimat-kalimat tunggal itu dapat diberi label
tambahan sesuai dengan jenis katanya atau frasanya yang mengisi unsur
P-nyamasing-masing. Contoh berikut ini adalah empat tunggal yang diberi lebel
nominal, ajektival, verba, dan numeral.
a. Kami
(S) mahasiswa Indonesia (P) (kalimat nominal)
b. Jawaban
anak pintar itu (S) sangat tepat (P) ( kalimat ajektival)
c. Sapi-sapi
(S) sedang merumput (P) ( kalimat verbal)
d. Mobil
orang kaya itu (S) ada delapan (P) (kalimat numeral )
(2) Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah
kalimat yang merupakan gabungan dua atau lebih kalimat tunggal. Hal itu berarti
dalam kalimat majemuk terdapat lebih dari satu klausa. Perhatikan contoh di
bawah ini.
1. Seorang
manajer (S) harus mempunyai (P) wawasan yang luas (O1) dan harus menjunjung
tinggi (P2) etika profesi (O2)
2. Anak-anak
(S1) bermain (P1) layang-layang (O1) dihalaman kampus (Ket) ketika para dosen,
kariyawan, dan mahasiswa (S2) menikmati
(P2) hari libur (O2)
Kalimat majemuk dibagi menjadi dua (a) kalimat majemuk
setara (b) kalimat majemuk bertingkat.
a.
Kalimat
Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara
mempunyai ciri (1) terbentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal, (2) kedudukan
tiap kalimat sederajat. Contoh kalimat majemuk setara.
(1)
Erni mengkonsep surat itu dan rini mengetiknya.
(2) Yusril
rajin membaca, baik ketika menjadi
mahasiswa maupun setelah menjadi pegawai.
(3) Muridnya
kaya, tetapi ia sendiri miskin.
b.
Kalimat
majemuk bertingkat
Kontruksi kalimat majemuk
bertingkat berbeda dengan kalimat majemuk setara. Perbedaannya terletak pada
derajat klausa pembentuknya yang tidak setara karena klausa kedua merupakan
perluasan dari klausa pertama. Karena itu, konjungtor kalimat majemuk
bertingkat berbeda dengan konjungtor kalimat majemuk setara. Contoh kalimat
majemuk bertingkat.
a. Dia
datang ketika kami sedang rapat.
b. Lalu
lintas akan teratur andaikata pemakai
jalan disiplin tinggi.
c. Anda
harus bekerja keras agar berhasil.
5.4.2
Jenis Kalimat Berdsarkan Fungsinya
Kalimat
dapat difungsikan untuk menyampaikan pokok pikiran secara lengkap dan jelas,
misalnya memberi tahu, bertanya, menyeru tentang sesuatu. Kata dan frasa yang
tatarannya berada di bawah kalimat memang dapat mengungkapkan makna, tetapi
tidak dapat di pakai menyampaikan pokok pikiran secara lengkap dan jelas,
kecuali jika kata dan frasa itu sedang berperan sebagai kalimat. Contohnya
adalah ketika menjawab pertanyaan secara singkat yang dapat berwujud kata dan
frasa, namun berperan sebagai kalimat, misalnya (1) tidak (2) tidak tahu (3)
setuju.
Berdasarkan
kategori sintaksisnya, dalam buku Tata Buku Bahasa Indonesia (2003:378), para
ahli membedakan kalimat atas empat maca, yaitu (1) kalimat berita (deklaratif), (2) kalimat tanya (interogratif), (3) kalimat
perintah (imperatif) dan (4) kalimat seru (ekslamatif).
(1) Kalimat Berita
Kalimat berita adalah
kalimat yang di pakai oleh penutur/penulis untuk memberitakan sesuatu. Variasi
kalimat berita bersifat bebas, boleh inversi atau versi, aktif atau pasif,
tunggal atau majemuk. Yang terpenting isinya pemberitaan. Contoh:
a. Pembagian
beras gratis dikampungku dilakukan kemarin pagi.
b. Perayaan
HUT ke-65 RI berlangsung meriah.
c. Tadi
siang terjadi tabrakan beruntun di jalan Tol Jagarawi.
(2) Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat
yang di pakai oleh penutur/penulis untuk memperoleh informasi atau reaksi
berupa jawaban yang diharapkan dari mitra komunikasinya. Contoh:
a. Apakah
barang ini milik Saudara?
b. Kapan
kakakmu berangkat ke Australi?
c. Siapa
tokoh pendiri perguruan Taman Siswa?
Kalimat tanya diakhiri dengan kata belum, bukan, dan
tidak, disebut kalimat tanya embelan (Alwi,2003:360). Contoh kalimat tanya
embelan :
a. Kakakmu
sudah diwisuda, bukan ?
b. Kamu
sudah makan, atau belum?
c. PR-mu
dapat kamu kerjakan, atau tidak ?
(3) Kalimat Perintah
Kalimat perintah dipakai
jika penutur ingin menyuruh atau melarang orang berbuat sesuatu. Pada bahasa
lisan kalimat perintah berintonasi akhir menurun dan pada bahasa tulis kalimat
ini diakhiri dengan tanda seru atau tanda titik.
Kalimat
perintah halus:
a. Tolonglah
bawa sepeda motor ini ke bengkel
b. Silahkan
kamu kebelekang sekarang.
Kalimat
perintah langsung:
a. Pergilah
kamu sekarang!
b. Ayo,
cari buku itu sampai dapat!
Kalimat
perintah larangan langsung:
a. Kamu
jangan pergi sekarang!
Kalimat
perintah larangan halus:
a. Terimakasih
karena anda sudah tidak merokok!
Kalimat
perintah permintaan:
a. Minta
perhatian, anak-anak!
Kalimat
perintah permintaan/permohonan:
a. Mohon
hadiah ini bapak terima.
Kalimat
perintah ajakan dan harapan:
a. Ayolah,
kita belajar.
Kalimat
perintah pembiaran:
a. Biarkanlah
dia disini sebentar.
(4) Kalimat Seru
Kalimat seru dipaki oleh
penutur untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat, termasuk kejadian yang
tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Contoh :
a. Aduh,
pegangan saya terlepas!
b. Hai,
ini dia orang yang kita cari!
c. Wah,
pintar benar anak itu!
5.4.3 Kalimat
Tidak Lengkap (Kalimat Minor)
Di dalam bahasa tulis, lebih-lebih dalam bahasa lisan,
kadang-kadang kalimat ditampilkan dengan unsur yang tidak lengkap. Kalimat yang
tidak ber-P atau ber-S disebut kalimat tidak lengkap atau kalimat minor.
Lawannya, yaitu kalimat yang lengkap unsurnya, disebut kalimat mayor.
Perhatikan contoh kalimat minor ini.
a. Mila:
ada siapa didalam?
Maya: Ibu.
Mila: apa ibu sudah tahu rencana kita?
Maya: belum.
5.5 Kalimat
Inversi
Kalimat
inversi adalah kalimat yang P-nya mendahului S sehingga terbentuk pola P-S.
Selain merupakan variasi dari pola S-P, ternyata kalimat inversi dapat memberi
penekanan atau ketegasan makna tertentu. Contoh kalimat inversi berikut ini.
a. Menangis
(P) pacarku (S) karena sedihnya.
b. Berlari
(P) adik (S) mengejar layangan putus
c. Matikan
(P) televisi itu (S)
5.5
Kalimat Efektif
Kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan maksud penutur/oenulis secara
tepat sehingga maksud itu dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara cepat
pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang mampu menjembatani
timbulnya pikiran yang sama antara penulis/penutur dan pembaca/pendengar.
Untuk dapat
mencapai keefektifan tersebut, kalimat efektif harus memenuhi paling tidak enam
syarat, yaitu adanya/terdapat (1) kesatuan, (2) kepaduan, (3) keparalelan, (4)
ketepatan, (5) kehematan, (6) kelogisan.
5.6
Beberapa Kasus Kalimat Tidak Efektif
Dalam
kehidupan bermasyarakat kadang-kadang kita mendengar orang-orang disekitar kita
berbicara satu sama lain memakai kalimat yang tidak efektif. Perhatikan contoh
kalimat yang dimaksud.
a. *bagi
yang menitip sepeda motor harus di kunci.
b. *bagi
dosen yang berhalangan hadir harap diberitahukan sekretariat.
c. *saya
melihat kelakuan anak itu bingung.
d. *mereka
mengantar iring-iringan jenazah ke kuburan.
e. *bebas
parkir.
f. *tempat
pendaftaran tinja.
Ada tiga kesalahan yang
dapat dideteksi dan keenam contoh kalimat tidak efektif itu. Pertama, ada
kalimat yang dapat dipahami maknanya, tetapi terasa kurang pas dan sepertinya
ada sesuatu yang mengganjal. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah kalimat
a dan b. Kedua, makna kalimatnya sukar dipahami karena mendua (ambigu). Contoh
kalimat tidak efektif karena ambigu adalah kalimat c dan d. Ketiga, yang paling
parah adalah jika terjadi salah nalar. Akibatnya, kalimat yang dihasilkan pun
seperti kalimat e dan f.
SOAL LATIHAN KALIMAT
1. Tingkat
resiko bank-bank yang bergerak dalam retail banking relatif lebih rendah.
Subjek kalimat itu adalah...
Jawaban:
2.
Pospek
bisnis kartu kredit di Indonesia sangan baik.
Predikat kalimat
di atas adalah...
Jawaban: D.
Sangat baik
3. Kalimat
yang efektif dibawah ini adalah ...
Jawaban: D.
Hasil dari pertemuan itu harus segera dirumuskan.
4. Contoh
kalimat yang memiliki subjek yang jelas adalah ...
Jawaban: C. Bagi
semua supir harus memiliki SIM
5. Contoh
kalimat yang memiliki predikat yang jelas adalah ...
Jawaban: C.
Beberapa perusahaan melanggar peraturan.
6. Inti
kalimat Gubernur DKI Jakarta sudah
memberi kelonggaran kepada pedagang kaki lima di pinggir jalan atau
tempat-tempat lain di lima wilayah kota selama bulan puasa adalah...
Jawaban: A.
Gubernur DKI Jakarta memberi kelonggaran kepada pedagang kaki lima.
7. Inti
kalimat Dia akan pergi ke luar Negeri
pada awal tahun ini adalah ...
Jawaban: D. Dia
akan pergi awal tahun ini
8. Pola
kalimat Engkau harus rajin belajar
adalah...
Jawaban:
9. Kalimat
Ari memasukan uangnya ke dalam tas
berpola ...
Jawaban: A.
S-P-O-Ket
10. Kalimat
berikut ini yang berpola S-P-Pel adala...
Jawaban: D. Wajah adiknya menyerupai adik saya
11. Kalimat
yang berpola S (KB) + P(KK) + O (KB) adalah ...
Jawaban:
12. Pola
kalimat mangga arumanis mengeluarkan
aroma yang sangat harum sama dengan pola kalimat ...
Jawaban:
13. Di
antara kalimat tanya berikut, yang paling berpotensi dan mudah di ubah menjadi
kalimat berita adalah ...
Jawaban: B.
Siapa saja yang terpilih?
14. Yang
termasuk kalimat inversi adalah ...
Jawaban:
15. Struktur
kalimat berikut yang tidak baik dan tidak benar adalah ...
Jawaban: B.
Makalah ini berbicara tentang kenaikan harga mobil baru.
16. Kalimat
yang unsurnya koheren menurut kaidah bahasa adalah ...
Jawaban:
17. Kalimat
mana yang bagus diksinya?
Jawaban:
18. Manakah
diantara kaliamt berikut ini yang paling efektif ?
Jawaban: C.
Sidang umum telah berjalan dengan lancar sesuai dengan kehendak rakyat.
19. Manakah
kalimat berikut yang tergolong efektif?
Jawaban: A.
Bebas parkir dihalaman toko swalayan yang ramai itu.
20. Kalimat
yang paling tidak efektif adalah ...
Jawaban: D.
Hambatan yang di temui ada kurangnya tenaga terampil.
21. Kalimat
Dalam rapat itu di putuskan tiga hal
pokok, yaitu per-baikan mutu produk, meningkatkan produksi iklan, dan pemasaran
yang lebih gecar bukan kalimat yang baik jika dilihat dari segi ...
Jawaban:
22. Kalimat
yang paling efektif dibawah ini adalah ...
Jawaban: C.
Kepada pengemudi diminta agar mentaati marka jalan.
23. Contoh
kalimat tanpa kata-kata mubazir adalah ...
Jawaban:
24.
Peraturan
itu berlaku bagi seluruh mahasiswa tanpa kecuali.
Kejanggalan
kalimat itu terjadi akibat pengguanaan kata ...
Jawaban: B.
Tanpa kecuali
25.
Kepada
bapak rektor, waktu dan tempat kami persilahkan untuk...
Kalimat tersebut
terasa rancu, cara memperbaikinya adalah...
Jawaban: C. Kata
waktu dan tempat dihilangkan
26. Kalimat
ketika saya berdoa, terdengar pintu diketuk. Memakai kata penghubung yang
menyatakan...
Jawaban:
27. Contoh
kalimat majemuk dengan struktur setara menggabungkan adalah...
Jawaban: B. Saya
membeli buku itu dan menghadiahkannya untuk teman saya.
28. Contoh
kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan waktu
adalah...
Jawaban:
29. Kalimat
piere curie dan Marie Curie telah
mengabdikan hidupnya untuk ilmu adalah kalimat majemuk setara yang
menyatakan hubungan...
Jawaban: A.
Pemilihan
30. Kaliamt
dibawah ini tidak logis, kecuali...
Jawaban: B. Ia
pasti penyanyi karena buku musiknya banyak
B. Perbaikilah kalimat
berikut agar efektif. Variasi perbaikan setiap nomor minimal dua kalimat. Kata-
katanya boleh di ganti , ditambah, atau dikurangi asalkan kalimatnya
jelas.
Jawaban:
1. Karena
himpitan ekonomi yang memaksa mereka untuk nekat mempuh bahaya.
2. Para
duta-duta besar bertadatangan hadir pada upacara peringatan 100 tahun Bung
Hatta.
3. Di
dalam kehidupan ini penuh ketidakpastian, kecuali kematian.
4. Di
dalam tubuh darah manusia mengandung virus HIV.
5. Kesalahan
itu ada pada diri kita dan diri kita sendiri yang harus memperbaikinya.
6. Dengan
mengucapkan HAMDALAH, maka selesailah makalah ini.
7. Larutan
menghilangkan sariawan, panas dalam, hidung tersumbat, dan bibir pecah-pecah.
8. Dari
hasil menyelidikan terbukti dalam kasus pengeboman itu dia tidak terlibat.
9. Dalam
pertemuan yang di hadiri oleh wakil Gubernur, perundingan perparkiran
dilakukan.
10. Kakek
saya haji, nenek saya hajah, kakak saya mahasiswa, adik saya mahasiswi, ayah
saya bekerja sebagai direktur di perusahaan, dan ibu saya bekerja sebagai
direktris perusahaan.