Sabtu, 09 April 2016

Bahasa Indonesia



SOAL LATIHAN DIKSI
  1.    Forum komunikasi ilmiah merupakan... perdebatan para intelektual.
Jawaban:
  2.    Angkatan udara menggempur ... pertahanan musuh.
Jawaban: D. Basis.
  3.    Sekalipun disiksa, pejuang sejati tidak mau ... kepada negerinya.
Jawaban: A. Berkhianat
  4.    Pergunakanlah timbangan yang sudah ada tanda ... nya.
Jawaban: B. Merek
  5.    Resapilah ... demi ... sajak itu.
Jawaban: C. Larik
  6.    Sebelum meninggal dunia, orang tuanya sudah ... sebidang tanah didepan rumah mereka untuk dijadikan masjid.
Jawaban: C. Mewakafkan
  7.    ... semester ini akan kugunakan untuk berkunjung kerumah nenek.
Jawaban: B. Libur
  8.    Istilah yang tepat untuk perdebatan tertulis melalui media masa (koran,majalah) adalah...
Jawaban: A. Rubrik
  9.    Istilah yang tepat untuk ‘air terjun yang rendah’ adalah...
Jawaban: D. Jeram
 10. Pak ridwan sedang ... Bahasa Indonesia kepada muridnya.
Jawaban: Mengajar
 11. Kita berharap pemilu kali ini berjalan dengan baik. Untuk itulah kita perlu melakukan persiapan dengan matang.
Jawaban: C. Karena itulah
 12. Rombongan tamu sudah datang. Acara sudah boleh diawali.
Jawaban: C. Mulai
 13. Akibat banjir Bengawan Solo, banyak rumah-rumah terendam.
Jawaban: B. Banyak rumah
 14. Akhir kata, saya mengucapkan selamat malam, dan sampai jumpa lagi.
Jawaban: C.Berjumpa
 15. Masing-masing peserta ujian diwajibkan menandatangani daftar hadir.
Jawaban: B. Wajib mendatangani
 16. Terimakasih atas partisipasi para hadirin. Sampai bertemu lagi di lain kesempatan.
Jawaban:
 17. Berbagai kerja sama antara pemerintah dan swasta telah sekarang, pengadaan listrik pun ada yang diserahkan ke pihak swasta.
Jawaban: C. Kepada
 18. Dalam urusan cinta, bukan saya yang tidak mau tetapi dia yang tidak suka.
Jawaban: C. Melainkan
 19. Saya sangat senang menerima Anda. Terimakasih atas kunjungannya.
Jawaban: D. Kunjungan anda
  20. Dalam hal membaca kreatif tidak sekedar kegiatan menangkap makna bahan bacaan, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah...
Jawaban: B. Kegiatan membaca kreatif tidak sekedar menerapkan
  21. Penggunaan kata dalam kalimat berikut ini kurang tepat, kecuali...
Jawaban: A. Para kariyawan harus saling membantu dalam pekerjaan
  22. Penggunaan dimana pada kalimat ini benar, kecuali...
Jawaban: D. Yogyakarta merupakan kota budaya di mana saya pernah tinggal.
  23. Penggunaan daripada benar dalam kalimat...
Jawaban: D. Hasil pekerjaannya lebih baik daripada pekerjaanmu.
  24. Penggunaan yang mana pada kalimat ini benar, kecuali...
Jawaban: D. Uang yang mana ia peroleh akan digunakannya untuk membeli buku
  25. Kata-kata yang mubazir terdapat dalam kalimat ...
Jawaban: A. Pengusaha kaya rela membeli tanah dengan harga yang sangat mahal sekali
  26. Pemakaian kata maka yang tepat terdapat dalam kalimat ...
Jawaban: C. Dengan demikian, maka berakhirlah acara ini
  27. Pendidikan tidak hanya diberikan di sekolah secara formal, tetapi juga secara praktis dan nyata dirumah-rumah. Makna kata formal dalam kalimat tersebut adalah...
Jawaban: D. Sesuai dengan peraturan yang sah
  28. Pemakaian kata berpasangan yang benar terdapat dalam kalimat ...
Jawaban: B. Baik kakak maupun adiknya sama-sama juara tenis
  29. Istilah take of dalam dunia penerbangan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi..
Jawaban: B. Lepas landas
  30. Slimming center diindonesiakan menjadi...
Jawaban: B. Pusat pelangsingan
Soal B
   A.   Koreksilah naskah di bawah ini dengan memperhatikan EYD serta diksi yang tepat.
   B.   Perbaiki kata-kata yang tidak baku menjadi kata yang baku menurut kaidah bahasa Indonesia.
   C.   Terjemahkanlah kata-kata asing yang terdapat dalam naskah itu ke dalam bahasa Indonesia.
Jawaban :
Pada tanggal 14 November 2005 saya mendapat tugas Dinas ke Makasar. Karena Maskapai penerbangan Lion Air memiliki jadwal penerbangan paling pagi maka kami memutuskan naik pesawat ini. Meskipun ada rasa takut mengingat beberapa kecelakaan yang terjadi terhadap Lion Air tapi kami yakin pihak management tentunya tidak membiarkan kepercayaan publik luntur.
Sekitar pukul 05:30 WIB kami lepas landas. Sepanjang perjalanan saya mengharapkan mengalami perjalanan yang menyenangkan. Akan tetapi, keinginan itu tinggal harapan saja. Mulai dari menginjakkan kaki dipintu pesawat sampai pembagian makanan ringan dan minuman tidak saya jumpai senyum ramah diwajah pramugarinya. Sampai saya ketumpahan sisa teh manis pun tidak ada kata maaf yang saya dengar dari sang Pramugari. Akhirnya dengan setengah berteriak untuk meminta tissue barulah kata maaf tersebut saya dengar. Saya sangat kecewa dengan pelayanan Lion Air. Untuk pihak manajemen yang terus yang erus membangun kepercayaan publik, jangan abaikan kenyamanan penumpang sedangkan untuk para Pramugari cobalah ingat kembali komitmen anda ketika pertama kali menerima pekerjaan ini. Bersikaplah profesional. Berikan senyum anda. Saya kira hanya dengan memberikan senyum anda tidak akan dirugikan.   



BAB 5
KALIMAT
5.1 Pendahuluan
            Kalimat merupakan primadona dalam kajian bahasa. Hal ini disebabkan antara lain dengan perantaraan kalimatlah seseorang dapat menyampaikan maksudnya secara lengkap dan jelas. Kalimat adalah bagian ujaran/tulisan yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan predikat (P), dan intonasi finalnya menunjukan bagian ujaran/tulisan itu sudah lengkap dengan makna (bernada berita, tanya, atau perintah). Lengkap dengan makna menunjukan sebuah kalimat harus mengandung pokok pikiran yang lengkap sebagai pengungkapan maksud penulis atau penuturnya.
5.2 Unsur Kalimat
            Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa lama disebut jabatan kata dalam kalimat, kini istilah itu diganti menjadi fungsi sintaksis kalimat, yakni subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), keterangan (Ket). Untuk mengenali “wajah” S, P, O, Pel, Ket, dan sebelumnya membahas kelima fungsi sintaksis itu satu per satu, berikut ini ditampilkan lima contoh kalimat yang S, P, O, Pel, dan Ket-nya berbentuk frasa:
(S) Pembawa acara yang kocak itu // membeli // bunga.
(P) Indra // adalah pembawa acara yang kocak.
(O) Madonna // menelpon // pembawa acara yang kocak itu.
(Pel) Pesulap itu // menjadi // pembawa acara yang kocak
(Ket) Si fulan // pergi // (dengan) pembawa acara yang kocak itu.
5.2.1 Predikat
            Predikat adalah bagian kalimat yang fungsinya memberi tahu tindakan/perbuatan apa yang dilakukan oleh Subjek (S) yaitu sang pelaku/sosok/tokoh sentral dalam kalimat. Perhatikan contoh ini.
1.    Kuda merumput.
2.    Ibu sedang tidur siang.
3.    Putri Indonesia cantik jelita.
4.    Kota jakarta dalam keadaan aman.
5.    Kucingku belang tiga.
Bagian kalimat yang dicetak tebal dalam contoh adalah predikat (P).
5.2.2 Subjek
            Subjek (S) adalah bagian kalimat yang menunjukan pelaku, tokoh, sosok, sesuatu hal, atau seatu masalah yang menjadi pokok pembicaraan. Sebagian besar S diisi oleh kata benda/frasa nominal, klausa, atau frasa verbal. Perhatikan contoh berikut ini.
1.    Ayahku sedang menulis.
2.    Meja direktur besar.
3.    Yang berbaju batik dosen saya.
4.    Berjalan kaki menyehatkan badan
5.    Membangun jalan layang sangat mahal.
Kata-kata yang bercetak tebal pada kalimat diatas adalah subjek (S). Kaidah bahasa Indonesia menyaratkan setiap kata, frasa, dan klausa pembentuk S harus merujuk pada benda (konkret atau abstrak).
5.2.3 Objek
            Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Objek pada umumnya diisi oleh nominal, atau kalusa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba sensitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O. Perhatikan contoh dibawah ini.
1.    A. Nurul meminang ...
B. Arsitek merancang ...
C. Juru memasak menggoreng ...
Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada contoh adalah P yang menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi P ketiga kalimat itulah yang dinamakan objek.
Jika P diisi oleh verba intrasitif, O tidak diperlukan. Itulah sebabnya sifat O dalam kalimat dikataklan O dalam kalimat dikatakan tidak wajib hadir. Perhatikan contoh tidak menuntut untuk dilengkapi.
2.    A. Nenek mandi
B. Komputerku rusak
C. Tamunya pulang
5.2.4 Pelengkap
            Pelengkap (Pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel umumnya di belakang P yang berupa verba. Perhatikan contoh ini.
1.    Ketua MPR (S)  // membacakan (P)  // pancasila (O)
2.    Banyak orsospol (S) // berlandaskan (P) // panacasila (Pel)
Kedua kalimat aktif yang Pel dan O-nya sama-sama nomina pancasila, jika hendak dipasifkan ternyata yang bisa hanya kalimat yang kedua.
5.2.5 Keterangan
            Yang dimaksud dengan keterangan (Ket) dalam sebuah kalimat adalah bagian kalimat yang menerangkan seluruh kalimat. Posisi keterangan dapat berupa adverbia, frasa nominal, frasa preposisional, atau klausa. Perhatikan contoh dibawah ini.
1.    Antono menjilid makalah kemarin pagi
2.    Antono kemarin pagi menjilid makalah
3.    Kemarin pagi antono menjilid makalah
Frasa kemarin pagi adalah keterangan untuk antono menjilid makalah. Berdasarkan maknanya terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat. Para ahli membagi Ket yang penting atas sembilan macam ( Hasan Alwi dkk,2003:366). Perhatikan contoh dibawah ini. Lihat letak/posisi keterangannya.
1.    Diana mengambil air minum dari kulkas (ket. Tempat)
2.    Rustam Lubis sudah tiga bulan belajar melukis (ket.  Waktu)
3.    Lia memotong tali dengan gunting (ket. Alat)
4.    Anak yang baik itu rela berkorban demi orang tuanya (ket. Tujuan)
5.    Polisi menyelidiki masalah narkoba secara hati-hati (ket. Cara)
6.    Amir pergi bersama teman-teman sekantornya menonton drama (ket. Peserta)
7.    Mahasiswa fakultas hukum berdebat bagaikan pengacara (ket.similatif/kemiripan)
8.    Karena malas belajar, mahasiswa itu tidak lulus ujian (ket. Sebab)
9.    Murid TK berpegangan tangan satu sama lain sambil bernyanyi gembira (ket.kesalingan)
5.3 Pola kalimat Dasar
            Kalimat dasar bukanlah nama jenis kalimat, melainkan acuan atau patron untuk membuat berbagi tipe kalimat. Kalimat dasar terdiri atas beberapa struktur yang dibentuk dengan lima unsur fungsi sintaksis: S, P, O, Pel, Ket.
1.    Kalimat Dasar Tipe S-P
Dalam kalimat bertipe S-P, predikatnya lazim diisi oleh verba transitif atau frasa verba. Akan tetapi, ada pula pengisi P berupa nomina, ajektiva, frasa nominal, dan frasa ajektival seperti terlihat dalam contoh di bawah ini:
a.    Lina (S) tersenyum (P).
b.    Lina, anak pak Hadi, (S) tersenyum manis (P).
c.    Masinis kereta itu (S) sahabat karib saya (P)
d.    Para pengungsi (S) terlantar(P)
2.    Kalimat Dasar Tipe S-P-O
Predikat dalam kalimat bertipe S-P-O diisi oleh verba transitif yang memerlukan dua pendamping, yakni S (disebelah kiri) dan O (disebelah kanan). Jika salah satu pendamping itu tidak hadir, kalimatnya tidak gramatikal.
a.    AC Milan (S) mengalahkan (P) Barcelona (O)
b.    Korea Utara (S) telah mematuhi (P) seruan PBB (O)
c.    Slobodan Milosevic (S) meculik (P) lawan politiknya (O)
3.    Kalimat Dasar Tipe S-P-Pel
Seperti halnya kalimat tipe S-P-O, kalimat tipe S-P-Pel mempunyai P yang memerlukan dua pendamping, yakni S (di sebelah kiri) Pel (di sebelah kanan).
a.    Negara kita (S) berlandaskan (P) hukum (Pel)
b.    Keputusan hakim (S) sesuai (P) dengan tuntutan jaksa (Pel)
c.    Gamelan (S) merupakan (P) ciri kesenian tradisional (Pel)
4.    Kalimat Dasar Tipe S-P-Ket
Predikat kalimat bertipe S-P-Ket menghendaki dua pendamping yang berupa S (disebelah kiri) dan Ket (disebelah kanan).
a.    Amien Rais (S) tinggal (P) di yogyakarta (Ket)
b.    Sayur mayur (S) didatangkan (P) dari Bogor dan sekitarnya (Ket)
c.    Anak tetangga saya (S) mahasiswa (P) seni rupa (Ket)
5.    Kalimat Dasar Tipe S-P-O-Pel
Predikat kalimat tipe S-P-O-Pel menuntut kehadiran tiga pendamping agar konstruksinya menjadi gramatikal.
a.    Mahasiswa (S) mengirimi (P) jaksa agung (O) ayam betina (Pel)
b.    Yuni (S) membelikan (P) adiknya (O) sepeda mini (Pel)
c.    Felicia (S) menghadiahi (P) pacarnya (O) jam tangan Rolex (Pel)
6.    Kalimat Dasar Tipe S-P-O-Ket
Ada tiga pendamping yang diperlukan oleh P dalam kalimat yang bertipe S-P-O-Ket, yakni S (di sebelah kiri), O dan Ket (di sebelah kanan).
a.    Mereka (S) memperlakukan (P) saya (O) dengan sopan (Ket)
b.    Melanie (S) memasukan (P) bungkusan itu (O) kedalam mobil (Ket)
c.    Prof. Harun (S) melatih (P) dosen (O) difakultas hukum (Ket)
Dalam berbagai kalimat yang mengisi keenam tipe kalimat dasar pada contoh kembali terlihat satuan bentuk yang mengisi unsur S, P, O, Pel, dan Ket bukan hanya kata, melainkan juga frasa dan klausa.
5.4 Jenis Kalimat
            Kalimat dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan (A) jumlah klausa pembentuknya , (B) bentuk/fungsi isinya, (C) kelengkapan unsurnya, dan (D) susunan subjek predikatnya.
5.4.1 Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausanya
            Berdasarkan umlah klausa pembentukannya, kalimat dapat dibedakan atas dua macam, yaitu (1) kalimat tunggal, (2) kalimat majemuk.
(1)  Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu klausa. Karena klausanya yang tunggal itulah kalimatnya dinamai kalimat tunggal. Berdasrkan jenis kata/frasa pengisi P-nya, kalimat tunggal dapat dipilah menjadi empat macam, kalimat-kalimat tunggal itu dapat diberi label tambahan sesuai dengan jenis katanya atau frasanya yang mengisi unsur P-nyamasing-masing. Contoh berikut ini adalah empat tunggal yang diberi lebel nominal, ajektival, verba, dan numeral.
a.    Kami (S) mahasiswa Indonesia (P) (kalimat nominal)
b.    Jawaban anak pintar itu (S) sangat tepat (P) ( kalimat ajektival)
c.    Sapi-sapi (S) sedang merumput (P) ( kalimat verbal)
d.    Mobil orang kaya itu (S) ada delapan (P) (kalimat numeral )
(2)   Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang merupakan gabungan dua atau lebih kalimat tunggal. Hal itu berarti dalam kalimat majemuk terdapat lebih dari satu klausa. Perhatikan contoh di bawah ini.
1.    Seorang manajer (S) harus mempunyai (P) wawasan yang luas (O1) dan harus menjunjung tinggi (P2) etika profesi (O2)
2.    Anak-anak (S1) bermain (P1) layang-layang (O1) dihalaman kampus (Ket) ketika para dosen, kariyawan, dan mahasiswa (S2)  menikmati (P2) hari libur (O2)
Kalimat majemuk dibagi menjadi dua (a) kalimat majemuk setara (b) kalimat majemuk bertingkat.
a.    Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara mempunyai ciri (1) terbentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal, (2) kedudukan tiap kalimat sederajat. Contoh kalimat majemuk setara.
(1)   Erni mengkonsep surat itu dan rini mengetiknya.
(2)   Yusril rajin membaca, baik ketika menjadi mahasiswa maupun setelah menjadi pegawai.
(3)   Muridnya kaya, tetapi ia sendiri miskin.
b.    Kalimat majemuk bertingkat
Kontruksi kalimat majemuk bertingkat berbeda dengan kalimat majemuk setara. Perbedaannya terletak pada derajat klausa pembentuknya yang tidak setara karena klausa kedua merupakan perluasan dari klausa pertama. Karena itu, konjungtor kalimat majemuk bertingkat berbeda dengan konjungtor kalimat majemuk setara. Contoh kalimat majemuk bertingkat.
a.    Dia datang ketika kami sedang rapat.
b.    Lalu lintas akan teratur andaikata pemakai jalan disiplin tinggi.
c.    Anda harus bekerja keras agar berhasil.
5.4.2 Jenis Kalimat Berdsarkan Fungsinya
            Kalimat dapat difungsikan untuk menyampaikan pokok pikiran secara lengkap dan jelas, misalnya memberi tahu, bertanya, menyeru tentang sesuatu. Kata dan frasa yang tatarannya berada di bawah kalimat memang dapat mengungkapkan makna, tetapi tidak dapat di pakai menyampaikan pokok pikiran secara lengkap dan jelas, kecuali jika kata dan frasa itu sedang berperan sebagai kalimat. Contohnya adalah ketika menjawab pertanyaan secara singkat yang dapat berwujud kata dan frasa, namun berperan sebagai kalimat, misalnya (1) tidak (2) tidak tahu (3) setuju.
            Berdasarkan kategori sintaksisnya, dalam buku Tata Buku Bahasa Indonesia (2003:378), para ahli membedakan kalimat atas empat maca, yaitu (1) kalimat berita (deklaratif),  (2) kalimat tanya (interogratif), (3) kalimat perintah (imperatif) dan (4) kalimat seru (ekslamatif).
(1)  Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimat yang di pakai oleh penutur/penulis untuk memberitakan sesuatu. Variasi kalimat berita bersifat bebas, boleh inversi atau versi, aktif atau pasif, tunggal atau majemuk. Yang terpenting isinya pemberitaan. Contoh:
a.    Pembagian beras gratis dikampungku dilakukan kemarin pagi.
b.    Perayaan HUT ke-65 RI berlangsung meriah.
c.    Tadi siang terjadi tabrakan beruntun di jalan Tol Jagarawi.
(2)  Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang di pakai oleh penutur/penulis untuk memperoleh informasi atau reaksi berupa jawaban yang diharapkan dari mitra komunikasinya. Contoh:
a.    Apakah barang ini milik Saudara?
b.    Kapan kakakmu berangkat ke Australi?
c.    Siapa tokoh pendiri perguruan Taman Siswa?
Kalimat tanya diakhiri dengan kata belum, bukan, dan tidak, disebut kalimat tanya embelan (Alwi,2003:360). Contoh kalimat tanya embelan :
a.    Kakakmu sudah diwisuda, bukan ?
b.    Kamu sudah makan, atau belum?
c.    PR-mu dapat kamu kerjakan, atau tidak ?
(3)  Kalimat Perintah
Kalimat perintah dipakai jika penutur ingin menyuruh atau melarang orang berbuat sesuatu. Pada bahasa lisan kalimat perintah berintonasi akhir menurun dan pada bahasa tulis kalimat ini diakhiri dengan tanda seru atau tanda titik.
Kalimat perintah halus:
a.    Tolonglah bawa sepeda motor ini ke bengkel
b.    Silahkan kamu kebelekang sekarang.
Kalimat perintah langsung:
a.    Pergilah kamu sekarang!
b.    Ayo, cari buku itu sampai dapat!
Kalimat perintah larangan langsung:
a.    Kamu jangan pergi sekarang!
Kalimat perintah larangan halus:
a.    Terimakasih karena anda sudah tidak merokok!
Kalimat perintah permintaan:
a.    Minta perhatian, anak-anak!
Kalimat perintah permintaan/permohonan:
a.    Mohon hadiah ini bapak terima.
Kalimat perintah ajakan dan harapan:
a.    Ayolah, kita belajar.
Kalimat perintah pembiaran:
a.    Biarkanlah dia disini sebentar.
(4)  Kalimat Seru
Kalimat seru dipaki oleh penutur untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat, termasuk kejadian yang tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Contoh :
a.    Aduh, pegangan saya terlepas!
b.    Hai, ini dia orang yang kita cari!
c.    Wah, pintar benar anak itu!
5.4.3 Kalimat Tidak Lengkap (Kalimat Minor)
Di dalam bahasa tulis, lebih-lebih dalam bahasa lisan, kadang-kadang kalimat ditampilkan dengan unsur yang tidak lengkap. Kalimat yang tidak ber-P atau ber-S disebut kalimat tidak lengkap atau kalimat minor. Lawannya, yaitu kalimat yang lengkap unsurnya, disebut kalimat mayor. Perhatikan contoh kalimat minor ini.
a.    Mila: ada siapa didalam?
Maya: Ibu.
Mila: apa ibu sudah tahu rencana kita?
Maya: belum.
5.5 Kalimat Inversi
            Kalimat inversi adalah kalimat yang P-nya mendahului S sehingga terbentuk pola P-S. Selain merupakan variasi dari pola S-P, ternyata kalimat inversi dapat memberi penekanan atau ketegasan makna tertentu. Contoh kalimat inversi berikut ini.
a.    Menangis (P) pacarku (S) karena sedihnya.
b.    Berlari (P) adik (S) mengejar layangan putus
c.    Matikan (P) televisi itu (S)
5.5 Kalimat Efektif
            Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan maksud penutur/oenulis secara tepat sehingga maksud itu dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara cepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang mampu menjembatani timbulnya pikiran yang sama antara penulis/penutur dan pembaca/pendengar.
            Untuk dapat mencapai keefektifan tersebut, kalimat efektif harus memenuhi paling tidak enam syarat, yaitu adanya/terdapat (1) kesatuan, (2) kepaduan, (3) keparalelan, (4) ketepatan, (5) kehematan, (6) kelogisan.
5.6 Beberapa Kasus Kalimat Tidak Efektif
            Dalam kehidupan bermasyarakat kadang-kadang kita mendengar orang-orang disekitar kita berbicara satu sama lain memakai kalimat yang tidak efektif. Perhatikan contoh kalimat yang dimaksud.
a.    *bagi yang menitip sepeda motor harus di kunci.
b.    *bagi dosen yang berhalangan hadir harap diberitahukan sekretariat.
c.    *saya melihat kelakuan anak itu bingung.
d.    *mereka mengantar iring-iringan jenazah ke kuburan.
e.    *bebas parkir.
f.     *tempat pendaftaran tinja.

Ada tiga kesalahan yang dapat dideteksi dan keenam contoh kalimat tidak efektif itu. Pertama, ada kalimat yang dapat dipahami maknanya, tetapi terasa kurang pas dan sepertinya ada sesuatu yang mengganjal. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah kalimat a dan b. Kedua, makna kalimatnya sukar dipahami karena mendua (ambigu). Contoh kalimat tidak efektif karena ambigu adalah kalimat c dan d. Ketiga, yang paling parah adalah jika terjadi salah nalar. Akibatnya, kalimat yang dihasilkan pun seperti kalimat e dan f.


SOAL LATIHAN KALIMAT
   1.       Tingkat resiko bank-bank yang bergerak dalam retail banking relatif lebih rendah. Subjek kalimat      itu adalah...
Jawaban:
   2.       Pospek bisnis kartu kredit di Indonesia sangan baik.
Predikat kalimat di atas adalah...
Jawaban: D. Sangat baik
   3.       Kalimat yang efektif dibawah ini adalah ...
Jawaban: D. Hasil dari pertemuan itu harus segera dirumuskan.
   4.       Contoh kalimat yang memiliki subjek yang jelas adalah ...
Jawaban: C. Bagi semua supir harus memiliki SIM
   5.       Contoh kalimat yang memiliki predikat yang jelas adalah ...
Jawaban: C. Beberapa perusahaan melanggar peraturan.
  6.       Inti kalimat Gubernur DKI Jakarta sudah memberi kelonggaran kepada pedagang kaki lima di pinggir jalan atau tempat-tempat lain di lima wilayah kota selama bulan puasa adalah...
Jawaban: A. Gubernur DKI Jakarta memberi kelonggaran kepada pedagang kaki lima.
   7.       Inti kalimat Dia akan pergi ke luar Negeri pada awal tahun ini adalah ...
Jawaban: D. Dia akan pergi awal tahun ini
   8.       Pola kalimat Engkau harus rajin belajar adalah...
Jawaban:
   9.       Kalimat Ari memasukan uangnya ke dalam tas berpola ...
Jawaban: A. S-P-O-Ket
  10.   Kalimat berikut ini yang berpola S-P-Pel adala...
Jawaban:  D. Wajah adiknya menyerupai adik saya
  11.   Kalimat yang berpola S (KB) + P(KK) + O (KB) adalah ...
Jawaban:
  12.   Pola kalimat mangga arumanis mengeluarkan aroma yang sangat harum sama dengan pola kalimat ...
Jawaban:
  13.   Di antara kalimat tanya berikut, yang paling berpotensi dan mudah di ubah menjadi kalimat berita adalah ...
Jawaban: B. Siapa saja yang terpilih?
  14.   Yang termasuk kalimat inversi adalah ...
Jawaban:
  15.   Struktur kalimat berikut yang tidak baik dan tidak benar adalah ...
Jawaban: B. Makalah ini berbicara tentang kenaikan harga mobil baru.
  16.   Kalimat yang unsurnya koheren menurut kaidah bahasa adalah ...
Jawaban:
  17.   Kalimat mana yang bagus diksinya?
Jawaban:
  18.   Manakah diantara kaliamt berikut ini yang paling efektif ?
Jawaban: C. Sidang umum telah berjalan dengan lancar sesuai dengan kehendak rakyat.
  19.   Manakah kalimat berikut yang tergolong efektif?
Jawaban: A. Bebas parkir dihalaman toko swalayan yang ramai itu.
  20.   Kalimat yang paling tidak efektif adalah ...
Jawaban: D. Hambatan yang di temui ada kurangnya tenaga terampil.
  21.   Kalimat Dalam rapat itu di putuskan tiga hal pokok, yaitu per-baikan mutu produk, meningkatkan produksi iklan, dan pemasaran yang lebih gecar bukan kalimat yang baik jika dilihat dari segi ...
Jawaban:
  22.   Kalimat yang paling efektif dibawah ini adalah ...
Jawaban: C. Kepada pengemudi diminta agar mentaati marka jalan.
  23.   Contoh kalimat tanpa kata-kata mubazir adalah ...
Jawaban:
  24.   Peraturan itu berlaku bagi seluruh mahasiswa tanpa kecuali.
Kejanggalan kalimat itu terjadi akibat pengguanaan kata ...
Jawaban: B. Tanpa kecuali
  25.   Kepada bapak rektor, waktu dan tempat kami persilahkan untuk...
Kalimat tersebut terasa rancu, cara memperbaikinya adalah...
Jawaban: C. Kata waktu dan tempat dihilangkan
 26.   Kalimat ketika saya berdoa, terdengar pintu diketuk. Memakai kata penghubung yang menyatakan...
Jawaban:
  27.   Contoh kalimat majemuk dengan struktur setara menggabungkan adalah...
Jawaban: B. Saya membeli buku itu dan menghadiahkannya untuk teman saya.
  28.   Contoh kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan waktu adalah...
Jawaban:
 29.   Kalimat piere curie dan Marie Curie telah mengabdikan hidupnya untuk ilmu adalah kalimat majemuk setara yang menyatakan hubungan...
Jawaban: A. Pemilihan
  30.   Kaliamt dibawah ini tidak logis, kecuali...
Jawaban: B. Ia pasti penyanyi karena buku musiknya banyak
B.    Perbaikilah kalimat berikut agar efektif. Variasi perbaikan setiap nomor minimal dua kalimat.     Kata-  katanya boleh di ganti , ditambah, atau dikurangi asalkan kalimatnya jelas.
Jawaban:
   1.       Karena himpitan ekonomi yang memaksa mereka untuk nekat mempuh bahaya.
   2.       Para duta-duta besar bertadatangan hadir pada upacara peringatan 100 tahun Bung Hatta.
   3.       Di dalam kehidupan ini penuh ketidakpastian, kecuali kematian.
   4.       Di dalam tubuh darah manusia mengandung virus HIV.
   5.       Kesalahan itu ada pada diri kita dan diri kita sendiri yang harus memperbaikinya.
   6.       Dengan mengucapkan HAMDALAH, maka selesailah makalah ini.
   7.       Larutan menghilangkan sariawan, panas dalam, hidung tersumbat, dan bibir pecah-pecah.
   8.       Dari hasil menyelidikan terbukti dalam kasus pengeboman itu dia tidak terlibat.
   9.       Dalam pertemuan yang di hadiri oleh wakil Gubernur, perundingan perparkiran dilakukan.
  10.   Kakek saya haji, nenek saya hajah, kakak saya mahasiswa, adik saya mahasiswi, ayah saya bekerja sebagai direktur di perusahaan, dan ibu saya bekerja sebagai direktris perusahaan.