Rabu, 30 Maret 2016

Desain Pekerjaan

1   .       Desain pekerjaan
Robins mengemukakan bahwa desain kerja (job design) merupakan istilah yang menunjukan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk membentuk pekerjaan yang lengkap.
Schemerhorn mempertegas bahwa desain pekerjaan merupakan pengalokasian daftar pekerjaan untuk individu dan kelempok.
Sedangkan scarborough mengemukakan bahwa desain pekerjaan dapat didefinisikan sebagai isi, fungsi dan hubungan-hubungan dari pekerjaan yang diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi dan bentuk kepuasan pegawai dalam melakukan pekerjaan.
Desain kerja sangat penting dan bermanfaat untuk mencapai efektivitas dan efesiensi kerja adapun pentingnya dsain kerja tersebut bagi para pegawai dilatar belakangi oleh bebrapa alasan , diantaranya adalah sebagi berikut:
  •       Semangat kerja dalam spesialisasi
  •       Dilihat dari motivasi dan semangat kerja terdiri dari tingginya produkrivitas dan tantangan pekerjaan berkurang ketidak hadiran.

Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Menurut Sunarto (2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
  •       Efesiensi oparasional , produktifitas dan kualitas pelayanan mejadi optimal.
  •       Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horozontal dan vertikal.
  •       Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
  •       Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikan rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektivitas tim.
  •      Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.

Dalam mendesain pekerjaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor ini dapat berasal dari luar organisasi maupun dalam organisasi.
Langkah-langkah untuk merancang pekerjaan sebagai berikut:
  •       Merancang cara-cara yang terbaik untuk orang-orang secara bergiliran, sesuai dengan tugasnya masing-masing.
  •       Perubahan pekerjaan dalam bentuk pemberian tugas yang berulang-ulang.
  •       Menyusun alat dan perlengapan dalam usaha-usaha untuk memperkecil kehilangan waktu.
  •       Membangun lingkungan pekerjaan dan hal-hal yang membisingkan, pentilasi yang cukup dan dukungan fasilitas yang memadai dengan tidak mengurangi efektifitas organisasi.
  •       Mendesain alat-alat khusus dari pekerjaan, seperti alat-alat pembawa barang dan mesin lainnya untuk mengurangi tindakan yang tidak diperlukan.
  •       Semua kegiatan sifatnya melelahkan diupayakan untuk menghilangkannya atau segala kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang sedang ditangani dihilangkan.

Desain pekerjaan mencakup hal-hal berikut ini:
  •       Identitas pekerjaan
  •       Hubungan tugas dan tanggung jawab
  •       Standar wewenang dan pekerjaan
  •       Syarat kerja harus diuraikan dengan jelas
  •       Ringkasan pekerjaan atau jabatan harus menguraikan bentuk umum pekerjaan dan mencantumkan fungsi-fungsi dan aktifitas utamanya.
  •       Penjelasan tentang jabatan dibawah dan diatasnya.

2  .       Mendaesain Kemabali Pekerjaan (Job redesign)
Mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah kegiatan perancanagan ulang pekerjaan seperti tugas dan komponen-komponen yang berhubungan dengan pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas
Menurut  Samamora (2004 :118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakaukan dengan cara:     Simplikasi pekerjaan.
  •       Rotasi pekerjaan
  •       Pemekaran pekerjaan
  •       Pemerkayaan pekerjaan

3  .       Pendektan dan Teknik Desain Kerja (Job Design)
Dalam mendesain pekerjaan (job design) dan mendesain kembali pekerjaan (job redesign) banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang pendekatan yang efektif digunakan. Friederick Taylor mengemukakan beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh para pimpinan untuk mendesain pekerjaan dan mendesain kembali pekerjaan baik berupa tugas-tugas kelompok maupun individu.
Pendekatan tersebut diantaranya:
  •      Setiap pekerjaan diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selau dimulai dari awal dan selalu diakhiri dengan baik.
  •       Diusahakan bagaimana para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak gerik mereka dalam bekerja.
  •       Memeriksa beberapa alternative atau cara yang efesien untuk mengerjakan tugas
  •       Melatih para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efesien.

Menurut Hellriegel untuk mendesain pekerjaan dapat digunakan pendekatan sebagai berikut:
  •       Pengayaan kerja (job enrichment)
  •       Perluasan kerja (job eniargement)
  •       Seperangakat tujuan (goal setting)
  •       Teknik kerja  (job engineering)
  •       Rotasi kerja (job rotation)
  •       Pendekatan sosioteknikal (sosiotechnical approach)

Analisis Sistem

       A.      Analisis Sistem
·         Definisi Analisis
Blaxter et. Al (2001:291) dalam “How to Research” mengungkapan bahwa analisis merupakan sebua proses berkelanjutan dalam penelitian, dengan analisis awal menginformasikan data yang kemudian dikumpulkan. Analisis ini perlu dilakukan karena untuk mereduksikan data menjadi perwujudan yang lebih dapat dipahami dan diinterpresentasikan dengan cara tertentu sehingga hubungan dari masalah penelitian dapat ditelaah serta di uji.(Silalahi, 2006:304).
  •          Definisi Sistem

Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang slaing berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
·         Definisi Analisis Sistem
 Analisis sistem adalah pemecahan masalah ilmiah dan interdisipliner. Analisis sistem meliputi: 1) dekomposisi sistem atau membagi sistem menjadi bagian-bagian. Dan 2) sinetis sisytem yang dihasilkan menjadi sistem keseluruhan.
·         Tahapan Aanalisis Sistem
Tahap analisis sistem merupakan prosedur yang penting karena kesalahan atau kelemahan sistem akan menyebabakan kesalahan ditahap selanjutnya. Langkah-langkah dalam analisis sistem hampir sama dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem.
Dalam tahapan analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh nalisis sistem sebagai berikut:
  • Identify, mengidentifikasi masalah.
  • Understand, memahami kerja sistem yang ada
  •  Analyze, menganalisis sistem
  • Report, membuat laporan hasil analisis

Analisis sistem berbeda dengan pendekatan sistem. Dalam pendekatan sistem proses berhubungan dengan penggunaan logika sistem dalam menjelaskan fenomena. Hasil dari pendekatan adalah “deskripsi” atau sesuatu yang diteliti atau investigasi. Sedangkan dalam analisis sistem hasilnya adalah “prediksi”.
    B.      Analisi Misi
Misi adalah keseluruhan aktifitas, masukan, keluaran atau hasil yang merupakan hal komplit atau hal yang dapat merubah kondisi sesuatu atau seseorang menjadi sempurna. Analisis Misi adalah suatu penetuan kemanatujuan kita, bagaimana kita telah samapai pada tujuan, dan apa langkah-langkah yang harus diambil untuk sampai pada tujuan.
Analisis misi mengahasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat diukur pencapaian hasil sitem. Secara sederhana, misi dapat dipandang sebagai suatu rumusan tugas, kewajiban dan wewenang organisasi dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan pengembangan bidang.
   C.      Analisi Fungsi
Fungsi dalam pengertian matematika adalah adanya keterkaitan anatara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya dan perubahan terhadap suatau unsur akan mempengarungi terhadap unsur yang lainnya.
Analisis fungsi merupakan proses pemecahan sesuatu kedalam beberapa bagian komponen untuk didefinisikan dan mengetahui kontribusi masing-masing komponen dalam mencapai suatu tujuan (Kaufman, : 1998).
·         Identifikasi analisis fungsi
Dalam melaksanakannya analisis fungsi dapat didefinisikan:
  •       Apa yang harus dikerjakan?
  • Dalam urutan apakah kita melaksankannya?
  • Terdiri dari komponen manakah setiap higher level function?
  • Apakah ada hubungan antara fungsi yang satu dengan fungsi fungsi yang lainnya?

Salah satu hasil kritis dalam analisis fungsi ialah bahwa kita membahas diri dari kekeliruan-kekeliruan pada masa yang lalu dan memperoleh cara-cara baru dan lebih baik untuk melaksanakan sesuatu.
Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan eksternal yang memiliki tingkat keisiapan kurang memadai disebut masalah.
   D.      Analisis Tugas
Analisis tugas adalah akhir dari analisis yang akan dilakukan. Dalam analisa sitem ini berbeda dari analisis misi dan analisis fungsi hanya dapat di lakukan pada posisi yang sederajat dan tidak sejenis. Adapun bentuk dari analisis tugas dari sistem perencanaan pendidikan adalah dimulai dari kegiatan mengidentifikasidan menetukan kebutuhan, menetukan masalah, menetukan langkah pemecahan, menetukan strategi dan menyeksi serta memilih alternatif untuk memecahkan masalah.
·         Contoh analisi tugas dalam sistem pembelajaran
Pada teori analisis tugas ini, pendidik mengadakan analisis tugas secara sistematis, mengenal tugas-tugas yang harus dilakukan peserta didik di dalam latihan atau situasi pendidikan. Dan tau apa yang harus dilakukan setelah mengetahui hasil tersebut. Oleh karenanya, kita sebagai pendidik harus pandai memutar otak untuk mencari bagaimana cara agar tugas-tugas dalam usaha mencapai tujuan akhir dan tujuan tambahan tersebut dapat tercapai dengan baik.
Ada beberapa filosofis yang harus dihayati dalam menggunakan berpikir sistem diantaranya sebagai berikut:
  •       Dasar pemikiran dari berpikir sistem adalah logika sistem.
  •       Penggunaan konsep sistem akan terbukti berguna jika digabungkan dengan usaha-usaha untuk investigasi.
  •       Mendukung sepenuh hati pendapat dari philip dan Mosher, bahwa berpikir sistem tidak mempunyai sejarah yang jelas.
  •       Sebagaian orang tidak setuju bahwa berpikir sistem yang gagal disebut sebagi teori ilmiah karena gagal mendefinisikan secara tegas apa itu sistem.
  •       Pendekatan sistem tidak efisien.
  •       Doktrin dari berpikir sistem didasarkan pada latar belakang ilmiah yang mantap, dan bukan berdasarkan pendapat takhayul-metafisika.

Pada analisis sistem jarang sekali mengembangkan suatu sistem informasi dari titik nol. Pada kenyataannya dalam suatu organisasi akan ada sistem atau sub sistem yang memberikan sumbangan pada sistem yang baru di rancang. Jadi dapat dikatan bahwa seorang analis dalam merancang sistem yang baru akan banyak menggunakan sistem yang lama.
  • Adapun keuntungan analisis sistem yang lama meurut Winardi (1988) adalah sebagai berikut:      Efektivitas dalam sistem yang berlaku
  •       Ide-ide untuk mendesain
  •       Mengenal sumber
  •       Mengkonversi pengetahuan
  •       Titik tolok umum

Selanjutnya Winardi menyatakan bahwa hasil akhir dari analis sistem dapat berupa alternatif-alternatif sebagai berikut:
  •       Hentikan pekerjaan.
  •       Situasi dimana pekerjaan dihentikan.
  •       Modifikasi.
  •       Pekerjaan dilanjutkan secara bertahap.
  •       Pekerjaan boleh dilanjutkan tanpa syarat. 

pendekatan sistem sebagai proses manajemen pendidikan

Pendekatan Sistem Sebagai Proses Manajemen Pendidikan
Pendekatan sistem adalaha cara berfikir dari masing-masing orang. Cara berpikir yang interdisipliner (antardisiplin atau bidang studi). Pendekatan sistem merupakan cara berpikir yang kaya akan konsep dan praktek. Pemikiran sistem memberikan pendekatan yang hidup untuk memberikan pernyataan dan jawaban pertanyaan.
1.     Sistem Perencanaan
Sistem Perencanaan
Ludwig Von Bertallanfly mengemukakan bahwa sistem adalah sekumpulan unsur yang berada dalam keadaan yang berinteraksi. Dan perencanaa menurut Gart N.Jone adalah suatau proses pemilihan dan pengembangan diri pada tindakan yang palaing baik untuk mencapai tugas. Jadi dapat kita simpulkan dari dua pendapat tersebut bawa isitem perencanaan adalah sekumpulan unsur atau tindakan yang berada dalam keadaan yang berinteraksi untuk memilih tindakan yang paling baik untuk mencapai tugas.
Tujuan Perencanaan
Stephen Pobbins dan Mery Coulter mengemukakan ada empat tujuan perencanaan yaitu:
1)     Untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun kayiawan non-manajerial.
2)     Untuk mengurangi ketidakpastian
3)     Untuk meminimalisir pemborosan
4)     Untuk menetapkan tujuan dan standar proses pengontrolan dan pengevaluasian
Penelitian yang relevan tentang perencanaan
Strategis information system planing atau yang biaa disebut PSSI (perencanaan strategi sistem informasi) telah menjadi sebuah keberadaan yang penting dalam mengahadapi dunia bisnis karena dengan adanya sisem ini, sebuah organisasi atau perusahaandapat mendayagunakan organisasi sistem informasi yang dimiliki untuk menciptakan bisnisnya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Tujuan dari melakukan SISP
1)     Dengan adanya SISP, organisasi atau perusahaan dapat menetukan prioritas investasi
2)     Mendapatkan Compotitive Advantage (sebuah kondisi yang menempatkan sebuah organisasi atau perusahaan ditempat yang lebih menguntungkan dari ynag lainnya)
3)     Untuk membangun cara baru dalam Managing Organizing
4)     Untuk Mendavlop sebuah bisnis baru
2.     Analisis Sistem dalam Organisasi
Analisis sistem merupakan proses sistem memilih untuk pemecahan masalah bisnis dan industri. Analisis sistem adalah pemecahan masalah ilmiah dan interdisipliner. Analisis sistem meliputi: 1) dekomposisi sistem atau membagi sistem menjadi bagian-bagian. Dan 2) sinetis sisytem yang dihasilkan menjadi sistem keseluruhan.
Adapun tugas utama dari menganalisis sistem. Diantaranya meliputi:
o    Menetukan lingkup sistem
o    Mengumpulakan fakta
o    Menganalisis fakata
o    Mengkomunikasikan teman-teman tersebut melalui laporan analisis sitem
Langkah-langkah dasar yang harus dilakaukan oleh analisi sistem adalah:

  •     Identify, mengidentifikasi masalah
  •   Understand, memahami kerja sistem yang ada
  • Analyze, menganalisis sistem
  •  Report, membuat laporan hasil analisis
Analisis sistem dari organisasi sangat berhubungan, ditunjukan bahwa sistem organisasi berorientasi terutama kepada sistem-sistem manusia (organisasi).
3.     Tanggung Jawab Manajer
Tanggung jawab manajer
Ø  Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI)
1)     Manajer adalah orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran
2)     Manajer adalah orang yang berwenang dan tanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendaliakn pelaksanaannya untuk mecapai sasaran tertentu
Ø  Menurut Robet Tanembaum manajer adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasian, mengarahkan dan mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab supaya semua bagaian pekerjaan dikoordinasiakn untuk mencapai tujuan.
Pada Manajemen Pendidikan terkandung enam langkah kegiatan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Identifikasi masalah yang dibutuhkan dan masalah.
  • Menetukan keperluan untuk menyelesaikan masalah dan menetapkan kemungkinan penyelesaiannya.
  • Strategi penyelesaiannya dan peralatan yang digunakan.
  • Strategi penyelesaian penerapan meliputi manajemen dari strategi penyelesaian pengawasan dan perawatan.
  •  Pekerjaan dinilai berdasarkan keberhasilan di atas kebutuhan yang lebih dahulu diperlukan.
  • Menciptakan langkah baru yang telah diperbaiki.
Dari enam langkah yang telah dijelaskan diatas, maka dapat dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut dapat digunakan untuk memecahkan suatau masalah di dalam proses perencanaan dan dalam proses pengawasan pada pendekatan sistem pendidikan.
Tingkatan dan Keahlian Manajer
                 Tingkatan Manajer
·         Menejer tingkat atas (top-level managers)
·         Manajer tingakat menengah (middle-level managers)
·         Manajer garis depan (frontline managers)
 Keahliah seorang Menejer
·         Keahlian teknis
·         Keahlaian konseptual dan mengambil keputusan
·         Keahlian interpersonal dan komunisasi
4.     Model Sistem Sibernetika
Sibernetika adalah sebuah studi interdisisplin tentang struktur sistem regulasi (pengaturan). Sibernetika ini sangant erat hubungannya dengan informasi pengendalian. Model sibernetiaka mengupayakan alat untuk menilai umpan balik dan dampak terhadap keadaan sistem pemantauan kegiatan sistem dan mengadaptasikan sistem kepentinagan ilmu pengetahuan. Dalam sistem sibernetika ini dibutuhkan program pengelola data. Maka komputer berperan penting dalam model sistem sibernetika.

pendekatan sistem pada masa yang akan datang

1.       Meramalkan Masa Depan yang Akan Datang
Sistem telah didefinisikan sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasikan dan bersifat kompleks, yaitu susunan atau kombinasi benda-benda atau bagian-bagian yang membentuk suatu secara keseluruhan, utuh dan bersifat kompleks. Pendekatan sisitem akan terus beradaptasi dengan organisasi dan akan terus berada dalam proses perubahan. Tetapi, sulit untuk membuat ramalan-ramalan yang tepat terhadap aplikasi pada masa yang akan datang menggunakan pendekatan sistem. Pengaruhnya bersifat mendasar dan universal. Anialisis terhadap pengalaman masa lalu dan evaluasi terhadap kecenderungan yang ada menunjukan beberapa aplikasi, motivasi, dan maslah yang paling penting dimasa yang akan datang.
Beckett (1971) menyatakan bahwa teori sitem tidak pernah berakhir, walupun didasari pendekatan sistem masih baru akan tetapi teori sistem merupakan suatu instrumen dan pendekatan ynang berguna secara konseptual dan valid secara intelektual.
Tujuan meramalkan masa yang akan datang adalah dapat memprediksi segara sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang dalam organisasi.
Contoh yang telah dikutip dalam tulisan ini yang menunjukan bahwa aplikasi pendekatan sistem bersifat elementer (belum sempurna), dan ini terjadi dimana manejer telah mulai mengguankan pendekatan sistem. Sebagai contoh sejarah aplikasi pendekatan sistem pada dua dekade ini dimana konsep ini lebih ditekankan. Kita semkain menyadari bahwa meningkatnya jumlah aplikasi beberapa tipe organisasi pada beberapa tahun yang lalu, dan masa yang akan datang lebih banyak memungkinkan adanya aplikasi-aplikasi yang lebih baik.
2.       Peninjauan Ulang Terhadap Pendekatan Sistem
Analisis sistem adalah suatu metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, analisis sistem meliputi:
a)      Kesadaran akan adanya suatu masalah
b)      Identifikasi berbagai alternatif
c)       Analisis dan sintesis dari berbagai faktor
d)      Penetuan suatu cara pemecahan masalah yang optiamal atau sekurang-kurangnya lebih baik
e)      Program kegiatan
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam suatu analisa sistem yang baik adalah:
   1)      Tentukan input dan output dasar dari sistem
   2)      Tentukan proses yang dilakukan di tiap-tiap tahap
   3)      Rancanagan perbaikan sistem dan lakukan pengujian dengan
·         Fersibility : cari yang memungkinkan
·         Viability : kelangsungan
·         Cost : cari yang harganya murah atau terjangkau
·         Effectiveness : dengan input yang sedikit, output besar
   4)      Buat rencana kerja dan penunjukkan tenaga
   5)      Implementasikan dan penilaian terhadap sistem yang baru
3.       Aplikasi Sistem pada Organisasi
Pendekatan sisitem menyediakan cara terbaik untuk menghadapi masalah organisasi dan manajerial yang kompleks. Pendekatan sistem tidak membatasi kita untuk berpikir tentang organisasi sebagai struktur yang benar-benar bersifat mekanistis dan birokratis, akan tetapi kita dapat menanggapinya sebagai sistem pemecahan masalah yang bersifat terbuka. Penekanan pada aplikasi pendekatan sitem terhadap berbagai jenis organisasi mengenai konsep-konsep desain sistem dan teknik-teknik analisis sistem adalah cocok untuk semua organisasi.
Menurut Eryatno dan Ma’arif (1989), ada tiga macam kondisi yang menjadi prasayarat agar supaya aplikasi pendekatan sistem dapat memberikan hasil yang memuaskan adalah :
   ·         Sasaran sistem didefinisikan secara jelas dan dapat dikenali, meskipun kadang kala       tidak dapat dikuantifikasikan. 
   ·         Proses pengambilan keputusan dalam sistem rill dilakukan dengan cara sentralisasi    yang logis.
   ·         Skala perencanaanya jangka panjang.
4.       Pendekatan Sistem dalam Hubungan Organisasi
Hubungan adalah suatu perkat ynag menghubungkan berbagai objek merupakan subsistem, hubungan ini adalah perekat yang menghubungkan berbagai sub-sistem tersebut secara bersama.
Organisasi adalah sebuah unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, tersendiri atas dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus menerus guna mencapai satu atau serangkaian tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Pendekatan sistem dapat digunakan untuk mengahadapi maslah-masalah sosial dan ekonomi. Setiap organisasi akan menugaskan personilnya untuk ikut serta bersama-sama dengan rekannya dari organisasi lain pada suatu program khusus dan ini dapat dilakuakn dengan komunikasi informal seperti penyusunan panitia pada masa yang akan datang.
Teknologi informasi dapat dikembangkan melalui teknologi elektronik. Secara tradisional perhatian ditunjukan pada pengembangan komunikasi internal, sedangakan untuk masa yang akan datang pengembangan sistem informasi akan ditekankan pada pengembangan sistem informasi yang mengguanakn sistem.
5.       Pendekatan Sistem dan Hubungannya dengan Lingkungan
Lingkungan dari suatu sistem bukan hanya termasuk sesuatu yang berada diluar pengawasan sitem tetapi juga sesuatu dimana dalam waktu yang sama juga menetukan dalam berbagai cara kinerja sistem. Karena lingkungan berada diluar sistem.
Pendekatan sistem memberikan suatu model untuk memikirkan hubungan-hubungan dalam organisasi. Semua organisasi mempeoleh input menstranformasikan dengan suatu cara dan mengembalikan dalam bentuk output pada lingkungan.
6.       Peranan Manajer
Manajer adalah setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya. Sumber daya lainnya dalam organisasi. Manajer harus dapat menangani perubahan yang dinamis dan melakuakn kordinasi pada sistem secara keseluruhan. Sistem manajemen memerlukan pegawai yang lebih terdidik dan pemasukan sejumlah spesialis yang berorientasi ke arah pencapaian untuk kerja organisasi.
Peran Manajer adalah:
1)      Peran antar personal
·         Pemuka simbolis
·         Pemimpin
·         Perantara (penghubung)
2)      Peran informasional
·         Penerus informasi
·         Perwakilan
3)      Peran pengambilan keputusan
·         Penyelesaian masalah
·         Pengalokasian sumber daya
·         Negotiator 

Jaringan Kerja dan PERT


  1. Pendekatan sistem

    Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistem. Pendekatan Sistem bersifat integratif yang berlandaskan cara berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu masalah.
   Masalah yang sering timbul dalam perencanaan adalah yang tidak konsistennya sistem perencanaan dengan kebutuhan dilapangan, karena para pengambilan keputusan dalam membuat perencanaan sering mengabaikan pendekatan sistem dalam perencanaan.
    Penerapan konsep pendekatan sistem dalam perencanaan jaringan kerja ini berguna bagi para para pimpinan untuk mengarahkan dan menetapkan tanggung jawab masing-masingbidang fungsional.
A.Usaha-usaha Dalam Pendekatan Sistem
    Adapun usaha-usaha dalam pendekatan sistem sebagai berikut:

  1. usaha persiapan merupakan usaha mempersiapkan pimpinan dalam suatu kegiatan atau organisasi untuk memecahkan masalah sama halnya dengan menyediakan orientasi sistem.
  2. usaha definisi merupakan mengidentifikasi masalah ada atau akan ada.
  3. usaha solusi merupakan usaha pimpinan dalam mengidentifikasikan bermacam-macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama.
B.Manfaat pendekatan sistem

  1. perencanaan pekerjaan lebih terkonsep.
  2. meminimalisir masalah yang ada dalam sistem tersebut.
  3. membantu dalam mencari solusi serta alternativedari setiap permasalahan yang timbul.
  4. arah dan tujuan dari pekerjaan dapat direncanakan dengan jelas.
  5. menuntut para pekerja untuk berpikir sistematis, dan sebagainya.

     2. Jaringan Kerja
    jaringan kerja adalah suatu sistem kontrol proyek dengan cara menguraikan pekerjaan menjadi kompenen-kompenen yang dinamakan kegiatan (activity). Perencanaan jaringan kerja sangat bermanfaat bagi para pimpinan atau administator dalam mengarahkan dan menempatkan para pekerja pada bidang dan tanggung jawab masing-masing, seperti bidang produsi, bidang pemasaran, bidang penelitian , dan lain sebagainya.
   Jaringan kerja terdapat analisis jaringan kerja yang merupakan suatu teknik manajemen yang bermanfaat dalam mendisain, merencanakan, dan menganalisis suatu sistem. agar dalam menganalisis jaringan kerja tersebut dapat berjalan dengan baik dan terencana sehingga menghasilkan suatu teknik manajemen yang bermanfaat.
A.Kegunaan dan Keuntungan Jaringan Kerja
    jaringan kerja mempunyai kegunaan sebagai berikut:

  • menyusun urutan kegiatan proyek
  • membuat perkiraan jadwal proyek
  • meminimalisir kemungkinan ketidaktetapan penggunaann sumber daya
B.Langkah-langkah Dalam Menyusun Jaringan Kerja 
   ada beberapa tahapan yang diperlukan dalam menyusunan perencanaan jarinagan kerja, tahapan tersebut diantaranya: pertama, Inventarisasi kegiatan-kegiatan dalam suatu proyek. kedua, perhatikan saling ketergantungan atau logika ketergantungan antara kegiatan yang satu dengan yang lainnya. bentuk jaringan kerja yang menggunakan pendekatan sistem adalah PERT (Program Evaluation and Review Technique).
C.Tujuan dan Aturan Menggambar Jaringan Kerja
    Tujuan jaringan kerja adalah untuk mengkoordinir semua unsur (elemen) proyek kedalam suatu rencana utama dengan menciptakan suatu model kerja untuk melengkapi proyek.
   3. PERT
   PERT adalah singkatan dari  Program Evaluation and Review Technique (Teknik pengevaluasian dan peninjauan kembali). PERT secara fundamental merupakn representasi diagramatik sebagaimana suatu alat grafik bagi manajemen. PERT digunakan untuk mengahadapi situasi dengan kadar ketidakpastiapan yang tinggi pada spek kurun waktu kegiatan. Adapun proyrk yang lain CPM (Critical Path Method), fungsi CPM sama halnya dengan PERT sebagai alat teknik dalm menyusunan jaringan kerja. Perbedaan mendasar antara PERT dengan CPM ialah PERT lebih memfokuskan pada pekerjaannya dan dilakukan sebelum kegiatan dilakukan, sedangkan CPM memfokuskan pada aktivitas atau kegiatannya dan dilakukannya setelah kegiatan.