1 . Desain pekerjaan
Robins mengemukakan bahwa desain kerja (job design)
merupakan istilah yang menunjukan bagaimana tugas-tugas dikombinasikan untuk
membentuk pekerjaan yang lengkap.
Schemerhorn mempertegas bahwa desain pekerjaan merupakan
pengalokasian daftar pekerjaan untuk individu dan kelempok.
Sedangkan scarborough mengemukakan bahwa desain pekerjaan dapat
didefinisikan sebagai isi, fungsi dan hubungan-hubungan dari pekerjaan yang
diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi dan bentuk kepuasan pegawai dalam
melakukan pekerjaan.
Desain kerja sangat penting dan bermanfaat untuk mencapai
efektivitas dan efesiensi kerja adapun pentingnya dsain kerja tersebut bagi
para pegawai dilatar belakangi oleh bebrapa alasan , diantaranya adalah sebagi
berikut:
- Semangat kerja dalam spesialisasi
- Dilihat dari motivasi dan semangat kerja terdiri dari tingginya produkrivitas dan tantangan pekerjaan berkurang ketidak hadiran.
Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan
karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan merakit sejumlah tugas menjadi
sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas.
Menurut Sunarto (2005) desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
- Efesiensi oparasional , produktifitas dan kualitas pelayanan mejadi optimal.
- Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horozontal dan vertikal.
- Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
- Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikan rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektivitas tim.
- Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.
Dalam mendesain pekerjaan dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, faktor ini dapat berasal dari luar organisasi maupun dalam organisasi.
Langkah-langkah untuk merancang pekerjaan sebagai berikut:
- Merancang cara-cara yang terbaik untuk orang-orang secara bergiliran, sesuai dengan tugasnya masing-masing.
- Perubahan pekerjaan dalam bentuk pemberian tugas yang berulang-ulang.
- Menyusun alat dan perlengapan dalam usaha-usaha untuk memperkecil kehilangan waktu.
- Membangun lingkungan pekerjaan dan hal-hal yang membisingkan, pentilasi yang cukup dan dukungan fasilitas yang memadai dengan tidak mengurangi efektifitas organisasi.
- Mendesain alat-alat khusus dari pekerjaan, seperti alat-alat pembawa barang dan mesin lainnya untuk mengurangi tindakan yang tidak diperlukan.
- Semua kegiatan sifatnya melelahkan diupayakan untuk menghilangkannya atau segala kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang sedang ditangani dihilangkan.
Desain pekerjaan mencakup hal-hal berikut ini:
- Identitas pekerjaan
- Hubungan tugas dan tanggung jawab
- Standar wewenang dan pekerjaan
- Syarat kerja harus diuraikan dengan jelas
- Ringkasan pekerjaan atau jabatan harus menguraikan bentuk umum pekerjaan dan mencantumkan fungsi-fungsi dan aktifitas utamanya.
- Penjelasan tentang jabatan dibawah dan diatasnya.
2 . Mendaesain Kemabali Pekerjaan (Job
redesign)
Mendesain kembali pekerjaan (job redesign) adalah kegiatan
perancanagan ulang pekerjaan seperti tugas dan komponen-komponen yang
berhubungan dengan pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan
produktifitas
Menurut Samamora
(2004 :118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakaukan dengan cara: Simplikasi pekerjaan.
- Rotasi pekerjaan
- Pemekaran pekerjaan
- Pemerkayaan pekerjaan
3 . Pendektan dan Teknik Desain Kerja (Job
Design)
Dalam mendesain pekerjaan (job design) dan mendesain kembali
pekerjaan (job redesign) banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang
pendekatan yang efektif digunakan. Friederick Taylor mengemukakan beberapa
pendekatan yang dapat digunakan oleh para pimpinan untuk mendesain pekerjaan
dan mendesain kembali pekerjaan baik berupa tugas-tugas kelompok maupun
individu.
Pendekatan tersebut diantaranya:
- Setiap pekerjaan diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selau dimulai dari awal dan selalu diakhiri dengan baik.
- Diusahakan bagaimana para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak gerik mereka dalam bekerja.
- Memeriksa beberapa alternative atau cara yang efesien untuk mengerjakan tugas
- Melatih para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efesien.
Menurut Hellriegel untuk mendesain pekerjaan dapat digunakan
pendekatan sebagai berikut:
- Pengayaan kerja (job enrichment)
- Perluasan kerja (job eniargement)
- Seperangakat tujuan (goal setting)
- Teknik kerja (job engineering)
- Rotasi kerja (job rotation)
- Pendekatan sosioteknikal (sosiotechnical approach)